Stockholm, 22 Februari 2007

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum wr wbr.

 

 

TARMIZI-SESAT-CHONG-CHI-KA-SHEK DARI LANGSA MEMBUAL DIRINYA SEBAGAI AUDITOR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA.

 

 

GAYA BUAL TARMIZI-"KECOA YUNAN"-CHONG-CHI-KA-SHEK DARI LANGSA, ACHEH TIMUR DIPAKAI ALAT MENIPU BANGSA ACHEH.

 

Belakangan ini teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan"-chong-chi-ka-shek yang mengaku pernah belajar di University of Warwick di tingkat postgraduate semester 3 untuk mendalami Business Mathematics pada tahun 2002, eh ternyata ia membual pula bahwa dirinya pernah menjadi auditor, bahkan pernah mengaudit sebuah koperasi milik arqam alias rufaqa'-sesat di Malaysia.

 

Nah, yang dipertanyakan adalah darimana itu teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan"-chong-chi-ka-shek mendapatkan ilmu accounting atau akuntansi? Padahal untuk diakui secara resmi sebagai accountant dan auditor harus paling rendah telah memperoleh "a bachelor’s degree in accounting".

 

Nah, jawabannya adalah pada tahun 2002  teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" mengaku belajar Business Mathematics di tingkat postgraduate semester 3 Universitas Warwick, padahal yang sebenarnya ia hanya gentayangan di sekitar kampung arqam saja di Malaysia. Jadi, ia mendapatkan ilmu accounting atau akuntansi-nya adalah dari hasil pemasangan iklan-palsu-nya saja.

 

Seterusnya teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" berbual dengan berbagai bentuk model tipu sulap bisnis rufaqa'-sesat-nya, seperti menyarankan untuk memelihara kambing-lah di Acheh untuk diekspor, membuat daging kambing halal dalam kaleng made in rufaqa'-sesat lah di Acheh untuk diekspor ke luar Acheh, memproses reumpah-reumpah, kunyet, halia, lada dan bawang di Acheh kemudian diekspor melalui grup rufaqa'-sesat-nya ke luar Acheh. Selanjutnya ia berbual yang tidak kepalang tanggung dengan akan membuat pusat perdagangan atau tempat pameran di Armidale, NSW untuk dipakai tempat pemasaran daging kambing halal made in rufaqa'-sesat di Acheh,  juga reumpah-reumpah, kunyet, halia, lada dan bawang merah yang sudah dikeringkan model rufaqa'-sesat di Acheh.

 

Kemudian lagi, teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" mengibul bahwa dirinya ditawari gaji sebesar Rp 18 juta sebulan untuk menjadi sebagai wakil direktur program Acheh dari salah satu LSM Amerika yang bergerak dalam International Releif and Development. Tetapi tawaran tersebut ditolak oleh teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" dengan alasan LSM Amerika tersebut adalah termasuk kontraktor BRR. Inilah juga salah satu contoh ilmu sulap tipu gaya rufaqa'-sesat biar dianggap itu teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" hebat sampai ditawarkan jabatan wakil direktur LMS dari Amerika. Padahal sebenarnya ilmu akuntasi-nya yang dimiliki oleh teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" tidak memenuhi syarat dan standar Amerika. Maklum ilmu akuntasi yang diperoleh oleh  teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" adalah dari kumpulan arqam-sesat saja yang tidak setaraf dengan ilmu akuntasi dari perguruan tinggi di Amerika.

 

Nah, bualan-bualan yang melangit yang keluar dari otak teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" mana bisa terlaksana, karena dirinya sendiri saja  tukang mengibul. Lihat dan perhatikan namanya saja terdiri dari segudang nama atau label palsu, dari mulai nama Fadli Hasan, Dr.Zaini Abdullah, Malik Mahmud, Dayah Tgk Bantaqiah, Puteh Sarong, Atjeh lon sajang, Mustafa Abubakar.

 

Jadi, bagaimana teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" bisa meng-audit keuangan dalam satu perusahaan atau lembaga tertentu kalau dirinya sendiri tukang mengibul. Kan celaka dua belas. Bukan itu saja, teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" dengan ilmu akuntansi-nya saja adalah ilmu yang diperoleh dari sekitar kampung arqam saja. Atau paling tinggi dari hasil pemasangan iklan di Homepage Perguruan Tinggi (PT) http://pthp.net/asing.html yang menyatakan bahwa pada bulan Juli 2002 ia adalah student tingkat postgraduate semester 3 Universitas Warwick dalam bidang Business Mathematics, walaupun ia tidak pernah menginjakkan kakinya di Universitas Warwick di Inggris.

 

Terakhir, ternyata makin lama makin kelihatan dengan jelas teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"kecoa Yunan" pandainya hanya mengibul dan ini sudah menjadi darah dagingnya serta sudah menjadi kebiasaannya sebagai suatu bentuk kompensasi atas kerendahan dirinya, baik dalam hal ilmu akuntansi ataupun dalam hal kemampuan praktis-nya.

 

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

 

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

 

Wassalam.

 

Ahmad Sudirman

 

http://www.dataphone.se/~ahmad

ahmad@dataphone.se

----------