Stockholm,
18 November 2007
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum
wr wbr.
KUNTORO MANGKUSUBROTO ADALAH BONEKA
HIDUP YANG DIKONTROL OLEH MBAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO CS UNTUK MEMEGANG
LANGSUNG PEMERINTAH ACHEH DI ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
MBAH SUSILO
BAMBANG YUDHOYONO YANG MENGONTROL ACHEH LANGSUNG MELALUI BONEKA HIDUP KUNTORO
MANGKUSUBROTO DENGAN BRR-NYA
Hanyalah
orang-orang yang lemah akal dan pikiran serta dangkal pengetahuan politik Acheh
saja yang menganggap bahwa Kuntoro Mangkusubroto adalah orang yang berkuasa di
Acheh. Mengapa?
Karena
sebenarnya Kuntoro Mangkusubroto yang merupakan Ketua pelaksana Badan
Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Acheh – Nias hasil bentukan Perpu Nomor 2
Tahun 2005, UU Nomor 10 Tahun 2005 dan Kepres Nomor 63 Tahun 2005 adalah hanya
merupakan boneka hidup saja yang dimainkan dan dikontrol oleh mbah Susilo
Bambang Yudhoyono.
Nah, kalau
ada orang yang berteriak-teriak didepan kantor BRR Acheh – Nias di Banda Acheh
sambil menyumpah serapah Kuntoro Mangkusubroto, maka orang tersebut adalah
orang yang lemah pikiran, pendek jalan otaknya dan dangkal pengetahuan politik,
hukum tentang Acheh dikaitkan dengan Perpu Nomor 2 Tahun 2005, UU Nomor 10 Tahun
2005 dan Kepres Nomor 63 Tahun 2005.
Sekarang,
kalau rakyat dan bangsa Acheh ingin melenyapkan BRR Acheh – Nias bukan melalui
boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto, melainkan harus melalui dalangnya, yaitu
mbah Susilo Bambang Yudhoyono cs di Jakarta. Karena mbah Susilo Bambang
Yudhoyono cs inilah yang sebenarnya yang menjadi dalang dan pengontrol BRR
Acheh – Nias, bukan boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto.
Selama mbah
Susilo Bambang Yudhoyono cs terus bersikeras untuk memegang Acheh sampai bulan
April 2009, maka tidak seorangpun di Acheh yang mampu dan sanggup menjungkirkan
boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto dengan BRR-nya.
Kecuali
kalau seluruh rakyat dan bangsa Acheh tampil serentak melakukan protes kepada
mbah Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Tetapi adakah seluruh rakyat dan
bangsa Acheh mahu tampil menyeruduk secara bersama-sama kepada mbah Susilo
Bambang Yudhoyono untuk membubarkan BRR Acheh – Nias dam diserahkan secara
penuh kepada Pemerintah Acheh hasil pilihan rakyat dan bangsa Acheh ?.
Sepengetahuan
Ahmad Sudirman hanyalah segelintir kecil rakyat dan bangsa Acheh yang mahu
tampil melakukan pendobrakan pintu istana mbah Susilo Bambang Yudhoyono di
Jakarta untuk membubarkan BRR Acheh – Nias dengan cara mencabut kembali Perpu
Nomor 2 Tahun 2005, UU Nomor 10 Tahun 2005 dan Kepres Nomor 63 Tahun 2005.
Nah,
apalagi kalau saudara "Gubernur Acheh" Irwandi Yusuf ataupun saudara
"Wakil Gubernur Acheh" Muhammad Nazar, begitu juga saudara
"Walikota Sabang" Munawar Liza Zainal dan tidak ketinggalan saudara "Bupati Bireuen" Nurdin
Abdul Rahman serta para pendukung mereka tidak mampu dan tidak berani lagi baik
secara politik atau hukum dengan terbuka untuk mendobrak pintu istana mbah
Susilo Bambang Yudhoyono guna membubarkan BRR Acheh – Nias dan diserahkan kepada
Pemerintah Acheh dan kepada Kepala Pemerintah Daerah Sumatera Utara. Maka itu
BRR Acheh – Nias bersama boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto tetap saja bercokol
sampai bulan April 2009 mendatang.
Dan tentu
saja, bukan hanya masalah tidak adanya kesanggupan dan ketekadan kuat seluruh
rakyat dan bangsa Acheh untuk mendobrak BRR Acheh – Nias melalui pintu istana
mbah Susilo Bambang Yudhoyono, melainkan juga karena dalam BRR Acheh – Nias
adalah merupakan sumber bisnis yang besar baik bagi para tengkulak dan konglomerat
baru Acheh yang ada di Acheh ataupun konglomerat yang ada di luar Acheh untuk
berlomba-lomba memenangkan tender melalui lelang yang diadadakan oleh BRR Acheh
– Nias melalui jalur Pusat Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Nah, inilah
juga merupakan umpan yang baik yang dibuat oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono
yang dilambungkan dan dilemparkan dari istana di Jakarta ke tengah-tengah kolam
renang Acheh. Tentu saja yang akan menyantok umpan mbah Susilo Bambang
Yudhoyono melalui jalur Pusat Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah BRR-nya
adalah para tengkulak dan konglomerat Acheh di Acheh dan para konglomerat di
luar Acheh yang matanya hijau melihat sumber bisnis di Acheh untuk tahun
anggaran 2008 yang diperkirakan sebanyak 427 paket bisnis.
Dan
celakanya tentu saja Kepala Pemerintah Acheh saudara "Gubernur Acheh"
Irwandi Yusuf merasa senang didampingi oleh boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto
dengan BRR-nya, karena melalui BRR bisa mendapatkan tender melalui lelang jalur
Pusat Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Dan
celakanya perjuangan untuk melakukan pengamandemenan UU tentang Pemerintahan
Acheh tanggal 11 Juli 2006 yang tidak mengacu pada MoU Helsinki 15 Agustus 2005
kearah MoU Helsinki 15 Agustus 2005 sudah makin memudar, bahkan sudah hampir
lenyap. Dan keadaan inilah yang memang dikehendaki oleh mbah Susilo Bambang
Yudhoyono bersama boneka hidup BRR-nya Kuntoro Mangkusubroto.
Dan tentu
saja, mbah Susilo Bambang Yudhoyono akan terus berusaha untuk menutupi
lubang-lubang di Acheh yang mengarah kepada pengamandemenan UU tentang
Pemerintahan Acheh tanggal 11 Juli 2006 dengan melalui bisnis BRR-nya bersama
boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto.
Terakhir,
disamping itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono bersama boneka hidup Kuntoro
Mangkusubroto terus menggiring negara-negara donor yang membantu Acheh agar
tidak berhubungan bisnis dengan pihak Pemerintah Acheh yang baru yang dipegang
oleh saudara "Gubernur Acheh" Irwandi Yusuf, melainkan pihak
negara-negara donor itu harus berhubungan dengan boneka hidup Kuntoro
Mangkusubroto sebagai kepala penguasa Acheh dibalik selimut BRR untuk melakukan
bisnis-nya di Acheh, sambil berteriak-teriak dengan slogan BRR-nya
"Membangun kembali masyarakat Acheh dan Nias, baik kehidupan individu
maupun sosialnya. Membangunkembali
infrastruktur fisik dan infrastruktur kelembagaan. Membangun kembali
perekonomiannya sehingga dapat berusaha sebagaimana sebelumnya. Membangun kembali pemerintahan sebagai
sarana pelayanan masyarakat."
Inilah taktik dan
strategi mbah Susilo Bambang Yudhoyono cs untuk terus menduduki dan mengikat
Acheh melalui boneka hidup Kuntoro
Mangkusubroto bersama BRR-nya.
Bagi
yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah
Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad
Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@dataphone.se
----------
http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=2170
Jumat, 16
Nopember 2007, 11:10 WIB
BRR Tenderkan
Proyek Tahun 2008
Reporter : AK
News
Banda Aceh -
Meskipun tahun anggaran 2008 masih dua bulan lagi, Badan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi (BRR) Aceh – Nias mengumumkan paket lelang kegiatan dan proyek
tahun anggaran 2008 secara kolektif di seluruh Aceh dan Nias. Hal ini dilakukan
agar ketika memasuki Januari 2008 paket-paket pekerjaan sudah dapat
dilaksanakan di lapangan.
“Pengalaman
sebelumnya proses pelaksanaan tender baru dimulai pada bulan April sehingga
waktu yang tersisa hanya beberapa bulan,” ujar juru bicara BRR NAD- Nias Tuanku
Mirza Keumala, Jumat (16/11).
Mirza menegaskan,
meskipun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2008 belum disahkan, sesuai
Keppres 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah, diperbolehkan melakukan tender pra DIPA. Dengan catatan, sesuai
peraturan, para rekanan tidak akan menuntut jika ada kegiatan yang mungkin
tidak disahkan di dalam DIPA. Itu sebabnya, para rekanan yang berminat
diwajibkan untuk meneken surat tidak
akan mengajukan tuntutan jika ada paket yang tidak disahkan.
Meskipun tendernya dilaksanakan lebih cepat, namun untuk penandatanganan kontrak tetap dilakukan setelah DIPA disahkan. “Ini adalah sebuah terobosan untuk percepatan pelaksanaan di lapangan. Sehingga pelaksanaan fisiknya dapat dimulai pada bulan Januari 2008. Sehingga cukup waktu untuk menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan,” jelas Mirza.
Selain itu, dengan pembukaan lelang secara terbuka secara serentak ini, kata Mirza, dimaksudkan sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi BRR. “Dengan demikian kita berharap masyarakat dapat bersama-sama mengawasi proyek-proyek di daerahnya,” kata Mirza.
Mirza menambahkan, setidaknya ada 427 paket yang akan diumumkan secara serentak. Selain di kantor pusat Lueng Bata, Banda Aceh, ke-427 paket tersebut tersebar di kantor-kantor regional dan kantor distrik.
Untuk pendaftaran dan pengambilan dokumen lelang, kata Mirza, akan dilakukan mulai 26 November mendatang. Pendaftaran dilakukan pada satker dan Pejabat Pembuat Komitmen di wilayah masing-masing sesuai dengan alamat yang tertera pada pengumuman. Informasi mengenai paket-paket yang akan dilelang juga dapat dilihat di internet lewat situs http://aceh.eproc.brr.go.id. [adw]
----------