Stockholm, 23 Maret 2008
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
JALUR POLITIK DAN HUKUM YANG DITEMPUH OLEH GAM DENGAN
BERLANDASKAN MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
MENYOROT
PERJUANGAN POLITIK DAN HUKUM YANG DITEMPUH OLEH GAM DENGAN BERLANDASKAN MOU
HELSINKI 15 AGUSTUS 2005
Saudara
Banta Amad, bantaamad@yahoo.com , di Banda Acheh, Acheh menyampaikan beberapa
pertanyaan yang menyangkut Acheh sekarang dan di masa yang akan datang sebagai
berikut:
"Assalamu'alaikum wr wbr. Setelah saya membaca kajian saudara tentang Perjanjian damai Hudaibiyah, saya merasa sangat berterima kasih karena saudara sangat peduli dan ikut memikirkan tentang bagaimana agar kehidupan bangsa Acheh kedepan bisa saling bergandengan tangan demi meraih cita-cita, yang selama ini mungkin bagi sebagian masyarakat Acheh masih merupakan impian. Saya sebagai salah satu bagian dari masyarakat masih mempunyai tanda tanya yang besar ( yang juga bisa saya katakan mewakili sebagian besar masyarakat Acheh lainnya) diantaranya : 1) Apakah rencana akhir dari perjanjian Helsinki tersebut, apakah sudah ada keputusan akhir untuk bertindak jika terjadi sesuatu pada tahun 2009? 2) Apakah pihak GAM di Stockholm sedang menyusun kekuatan seperti yang dilakukan Nabi Kita Muhammmad SAW pada tenggang waktu 2 tahun setelah masa perjanjian Hudaibiyah. 3) Bagaimana kekuatan yang disusun di Bumi Acheh saat sekarang ini?, saya melihat banyak dari pejabat GAM sekarang yang telah sibuk dengan Tipu-Muslihat proyek-proyek dan tender dari pihak NKRI. 4) Bisakah kita mencapai kemerdekaan tanpa pertumpahan darah lagi?, sangat sedih kalau saya bayangkan, karena pihak yang mengecap penderitaan yang langsung adalah masyarakat Acheh yang khususnya tinggal di kampung dan pedalaman. 5) Bagaimana saya memberitahukan kepada sebagian masyarakat banyak agar mereka bisa yakin dengan perjuangan GAM pada masa sekarang ini?, banyak pertanyaan yang datang sekarang; " Kepada siapakah kita mengadu sekarang?, Siapa yang sebenarnya Gubernur kita?, Bagaimana Situasi Acheh Setelah 2009 nanti? 6) Pertanyaan yang terpenting adalah ; Bagaimana dukungan International dan United Nation pasca perjanjian MOU Helinki ? 7) Adakah strategi yang bisa mengembalikan kepercayaan sebagian masyarakat yang telah putus asa dan hilang kendali? 8) Bisakah anda memberikan jawaban yang bisa meyakinkan saya secara pribadi bahwa perjuangan GAM -Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro masih tetap bersikap ingin membawa Acheh ke kehidupan yang "Merdeka dalam Bingkai Pemerintahan ISLAM Sesuai Dengan Al-Quran dan Hadist" " ( Banta Amad, bantaamad@yahoo.com ,[125.162.49.32], Date: Sat, 22 Mar 2008 21:35:59 -0700 (PDT))
Terimakasih saudara Banta Amad
atas pertanyaan-pertanyaannya.
Ahmad Sudirman akan mencoba
sedikit memberika pencerahan terhadap apa yang menjadi ganjalan-ganjalan dan sekaligus pertanyaan-pertanyaan saudara
Banta Ahma di Banda Acheh.
Pertama,
pertanyaan yang menyangkut apakah rencana akhir dari perjanjian Helsinki
tersebut, apakah sudah ada keputusan akhir untuk bertindak jika terjadi sesuatu
pada tahun 2009?
Perjuangan GAM dalam kancah
politik dan hukum di bumi Acheh yang didasarkan pada MoU Helsinki 15 Agustus
2005 adalah perjuangan politik dalam usaha penentuan nasib sendiri yang sangat
panjang dan menuntut keuletan serta penuh kesabaran juga kecakapan dari seluruh
bangsa dan rakyat Acheh di Acheh dibandingkan dengan perjuangan melalui
hutan-hutan dan memakai senjata yang sangat terbatas dan sangat sempit.
Tahun 2009 atau tepatnya bulan
April 2009 adalah merupakan kesinambungan dari proses jalur politik dan hukum
sebagaimana yang tertuang dalam klausul MoU Helsinki 15 Agustus 2005 yaitu:
1.2.3 Pemilihan lokal yang bebas dan adil akan
diselenggarakan di bawah undang-undang baru tentang Penyelenggaraan
Pemerintahan di Aceh untuk memilih Kepala Pemerintah Aceh dan pejabat terpilih
lainnya pada bulan April 2006 serta untuk memilih anggota legislatif Aceh pada
tahun 2009.
Nah, karena Pemerintahan Acheh di
Acheh diwujudkan melalui jalur pemilihan langsung yang dilaksanakan oleh
seluruh rakyat Acheh melalui proses yang bebas, aman, damai dan adil
sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki 5 Agustus 2005, maka disaat itulah
seluruh rakyat Acheh menentukan pilihannya apakah ingin menuju kepada penentuan
nasib sendiri melalui jalur politik dan hukum dengan cara memilih wakil-wakil
yang akan duduk di lembaga legislatif Acheh ataukah ingin menuju kejalur
otonomi dalam arti kata masih ingin terus dalam ikatan dan kurungan sangkar
Pemerintah Jakarta.
Hasil dari perjuangan politik dan
hukum pada bulan April 2009 di Acheh itu akan menentukan kearah mana rakyat dan
bangsa Aceh akan dibawa, atau dengan kata lain apakah keinginan sebagian besar
rakyat Acheh ingin menuju ke arah penentuan
nasib sendiri ataukah menuju kearah status quo otonomi-nya Pemerintah
Jakarta.
Nah, disinilah diperlukan
ketekunan, keuletan, kecakapan dan kesabaran dari pihak GAM dalam
memperjuangkan tujuan perjuangannya yang bersifat politik dan hukum dengan
landasan hukum MoU Helsinki 15 Agustus 2005.
Disini akan terlihat dan terasa
bagaimana eratnya tali Pemerintah Jakarta untuk terus mengikat Acheh dalam hal status quo otonomi, dan akan
terlihat dan terasa bagaimana tarikan tali yang diikatkan oleh phak GAM kearah
penentuan Self Government dalam usaha penentuan nasib sendiri di Acheh.
Pergumulan dalam arena politik dan
hukum di Acheh yang didasarkan pada MoU Helsinki inilah yang harus dikuasai
secara matang dan penuh kehati-hatian oleh pihak GAM dan oleh seluruh rakyat
Acheh.
Jadi, keputusan akhir dalam
perjuangan politik dan hukum di Acheh pada bulan April 2009 adalah seluruh
rakyat Acheh yang memponis-nya melalui jalur pemilihan wakil-wakil-nya yang
akan duduk di lembaga Legislatif Acheh. Disinilah dituntut kejelian dan
kecakapan dari pihak GAM dalam membawa rakyat Acheh kearah penentuan nasib sendiri di Acheh.
Kedua, pertanyaan
apakah pihak GAM di Stockholm sedang menyusun kekuatan seperti yang dilakukan
Nabi Kita Muhammmad SAW pada tenggang waktu 2 tahun setelah masa perjanjian
Hudaibiyah.
Menyusun kekuatan politik dan
hukum bukan di Stockholm, Swedia melainkan di bumi Acheh. Karena itulah GAM
sekarang secara hukum dan politik bebas bergerak di Acheh tanpa mendapat
halangan dan rintangan selama masih berada didalam bingkai MoU Helsinki 15
Agustus 2005. Sekarang GAM sedang melakukan usaha menuju kearah penyatuan
seluruh rakyat Acheh melalui jalur politik dan hukum MoU Helsinki di bumi
Acheh. Sebagaimana juga yang dilakukan oleh Rasulullah saw di Yatsrib atau
Madinah selama perjanjian Hudaibiyah berlangsung, selama itu Rasulullah saw
membangun kekuatan politik, hukum dan pasukannya di bumi Yatsrib atau
Madinah.
Ketiga, masalah
bagaimana kekuatan yang disusun di Bumi Acheh saat sekarang ini?, saya melihat
banyak dari pejabat GAM sekarang yang telah sibuk dengan Tipu-Muslihat
proyek-proyek dan tender dari pihak NKRI.
Nah, disinilah yang disebutkan
bahwa selama dalam masa damai dan masa bebas politik di bumi Acheh justru telah
menjadi alat penjerat kaki bagi perjuangan segelintir orang-orang GAM dengan
telah terperosoknya kejurang proyek-proyek dan tender-tender yang disebarkan
oleh pihak BRR di bumi Acheh. Dan disinilah kalau pihak GAM tidak waspada dan
penuh kejelian serta kecakapan dalam membangun Acheh, maka akan terjerumus
kedalam jurang status quo otonomi yang memang terus dipasang oleh pihak
Pemerintah Jakarta.
Tetapi, tentu saja, Ahmad Sudirman
melihat tidak semua anggota GAM dan
pimpinan-nya yang sudah terlena dengan jalur status quo otonomi dengan umpan
proyek-proyek dan tender-tender yang disebarkan oleh pihak BRR di bumi Acheh.
Paling itu saudara Irwandi Yusuf cs saja dari kelompok independen dan para
pendukungnya plus beberapa gelintir dari SIRA-nya Muhammad Nazar.
Jadi GAM tetap terus membangun
kekuatan politik dan hukum langsung di bumi Acheh.
Keempat,
pertanyaan yang menyangkut bisakah kita mencapai kemerdekaan tanpa pertumpahan
darah lagi?, sangat sedih kalau saya bayangkan, karena pihak yang mengecap
penderitaan yang langsung adalah masyarakat Acheh yang khususnya tinggal di
kampung dan pedalaman.
Perjuangan kemerdekaan dengan
jalur politik dan hukum bisa ditempuh yaitu melalui referendum dan referendum
ini akan diputuskan secara hukum oleh Lembaga Legislatif Acheh dan dilaksanakan
oleh Pemerintah Acheh dan tentu saja harus didukung oleh negara-negara bebas
lainnya dibawah PBB. Persoalannya sekarang adalah, apakah seluruh rakyat Acheh
di Acheh sudah siap untuk melahirkan wakil-wakil-nya dari rakyat Acheh yang
komitmen dengan MoU Helsinki dan tujuan penentuan nasib sendiri yang akan duduk
di Lembaga Legislatif Acheh pada bulan April 2009 atau tidak?
Kelima,
pertanyaan yang menyangkut bagaimana saya memberitahukan kepada sebagian
masyarakat banyak agar mereka bisa yakin dengan perjuangan GAM pada masa
sekarang ini?, banyak pertanyaan yang datang sekarang; " Kepada siapakah
kita mengadu sekarang?, Siapa yang sebenarnya Gubernur kita?, Bagaimana Situasi
Acheh Setelah 2009 nanti?
Sebenarnya kalau saudara Banta
Amad ingin memberitahukan perjuangan GAM kepada seluruh rakyat Acheh di Acheh
adalah harus melalui Staf-nya Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang sekarang
ada di Acheh dibawah pimpinan Teungku Malik Mahmud cs. Semuanya harus melalui
GAM yang berkaitan dengan perjuangan GAM di Acheh.
Saudara Irwandi Yusuf yang
merupakan wakil dari golongan independen bukan wakil dari GAM adalah memang
hasil pilihan rakyat Acheh untuk memimpin Acheh. Karena itulah saudara Irwandi
Yusuf adalah tidak membawa suara GAM-nya Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro
beserta Staf-nya.
Keenam, pertanyaan bagaimana dukungan International dan United Nation pasca
perjanjian MOU Helinki ?
Dukungan
internasional dan PBB adalah tetap tidak berobah selama masih komitmen dengan
MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Terbukti dengan dukungan dan bantuan dana untuk
rehabilitasi dan rekonstruksi Acheh.
Ketujuh,
pertanyaan adakah strategi yang bisa mengembalikan kepercayaan sebagian
masyarakat yang telah putus asa dan hilang kendali?
Strategi
untuk mengembalikan kepecayaan sebagian rakyat Acheh yang putus asa dan hilang
kendali adalah dengan cara memenuhi kebutuhan pokok mereka, terutama masalah
ekonomi, pekerjaan dan tempat tinggal. Adapun sebagian rakyat Acheh yang
menentang MoU Helsinki 15 Agustus 2005, maka itu adalah diluar ruang lingkup
strategi GAM, karena itu sudah menyangkut penghancuran perdamaian dan kebebasan
di Acheh.
Kedelapan,
pertanyaan terakhir bisakah anda memberikan jawaban yang bisa meyakinkan saya
secara pribadi bahwa perjuangan GAM -Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro masih
tetap bersikap ingin membawa Acheh ke kehidupan yang "Merdeka dalam
Bingkai Pemerintahan ISLAM Sesuai Dengan Al-Quran dan Hadist"
Persoalan
penerapan syariat Islam di bumi Acheh tidak akan berhasil dan tidak mungkin
dilaksakan secara penuh selama di Acheh masih mengacu kepada undang-undang
sekuler RI. Undang-undang RI tidak mengakui syariat Islam sebagai dasar
hukum-nya, karena itu di Acheh pada saat sekarang tidak mungkin diterapkan
syariat Islam sesuai dengan apa yang dicontohkan dan dijalankan oleh Rasulullah
saw ketika Rasulullah saw membangun Negara Islam pertama di Yatsrib atau
Madinah.
Dengan
dasar pemikiran inilah penerapan syariat Islam di Acheh akan berdiri apabila
Acheh telah berhasil keluar dari ikatan undang-undang sekuler RI yang anti
Syariat Islam. Atau dengan kata lain Syariat Islam di Acheh akan berjalan
dengan penuh apabila seluruh rakyat Acheh telah siap untuk melakukan penentuan
nasib sendiri di Acheh dan siap untuk menjalankan Syariat Islam sesuai dengan
apa yang telah dicontohkan dan dijalankan oleh Rasulullah saw dalam Negara
Islam pertama di Yatsrib atau Madinah.
Itulah
sebagian dasar pemikiran Ahmad Sudirman atas pertanyaan-pertanyaan yang
disampaikan oleh saudara Banta Amad di Banda Acheh, Acheh.
Bagi
yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di
HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon
petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
----------
Received:
from [125.162.49.32] by web33303.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Sat, 22 Mar 2008
21:35:59 PDT
Date: Sat, 22 Mar 2008 21:35:59
-0700 (PDT)
From: banta amad
<bantaamad@yahoo.com>
Subject: Re: KELOMPOK ANTI MOU
HELSINKI SEPERTI PDI-P, PKB, PAN, PD, SEBAGIAN GOLKAR DAN SEBAGIAN PARA
PENSIUNAN JENDERAL TNI PLUS KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK (KPAMD)
To:
Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>
Acheh,
23 Maret 2008
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum
wr wbr.
Setelah
saya membaca kajian saudara tentang Perjanjian damai Hudaibiyah, saya merasa
sangat berterima kasih karena saudara sangat peduli dan ikut memikirkan tentang bagaimana agar kehidupan
bangsa Acheh kedepan bisa saling bergandengan tangan demi meraih cita-cita,
yang selama ini mungkin bagi sebagian masyarakat Acheh masih merupakan impian.
Saya
sebagai salah satu bagian dari masyarakat masih mempunyai tanda tanya yang
besar ( yang juga bisa saya katakan mewakili sebagian besar masyarakat Acheh
lainnya) diantaranya :
1) Apakah rencana akhir dari perjanjian
Helsinki tersebut, apakah sudah ada keputusan akhir untuk bertindak jika
terjadi sesuatu pada tahun 2009?
2) Apakah pihak GAM di Stockholm sedang
menyusun kekuatan seperti yang dilakukan Nabi Kita Muhammmad SAW pada tenggang
waktu 2 tahun setelah masa perjanjian Hudaibiyah.
3) Bagaimana kekuatan yang disusun di Bumi
Acheh saat sekarang ini?, saya melihat banyak dari pejabat GAM sekarang yang
telah sibuk dengan Tipu-Muslihat proyek-proyek dan tender dari pihak NKRI.
4) Bisakah kita mencapai kemerdekaan tanpa
pertumpahan darah lagi?, sangat sedih kalau saya bayangkan, karena pihak yang
mengecap penderitaan yang langsung adalah masyarakat Acheh yang khususnya
tinggal di kampung dan pedalaman.
5) Bagaimana saya memberitahukan kepada
sebagian masyarakat banyak agar mereka bisa yakin dengan perjuangan GAM pada
masa sekarang ini?, banyak pertanyaan yang datang sekarang; " Kepada
siapakah kita mengadu sekarang?, Siapa yang sebenarnya Gubernur kita?,
Bagaimana Situasi Acheh Setelah 2009 nanti?
6) Pertanyaan yang terpenting adalah ; Bagaimana
dukungan International dan United Nation pasca perjanjian MOU Helinki ?
7)
Adakah strategi yang bisa mengembalikan kepercayaan sebagian masyarakat yang
telah putus asa dan hilang kendali?
8) Bisakah anda memberikan jawaban yang bisa
meyakinkan saya secara pribadi bahwa perjuangan GAM -Wali Teungku Hasan
Muhammad di Tiro masih tetap bersikap ingin membawa Acheh ke kehidupan yang
"Merdeka dalam Bingkai Pemerintahan ISLAM Sesuai Dengan Al-Quran dan
Hadist"
Saya
sebagai salah satu bagian masyarakat yang masih awam dan kurang paham tentang
politik dan strategi apa yang sedang di rencanakan, berharap agar kita semua
selalu dalam Iman dan mengikuti apa yang telah di gariskan dalam Al-Quran dan
Al-Hadist.
Semua
pertanyaan di atas bisa dikatakan mewakili beberapa bertanyaan yang timbul di
masyarakat, ada beberapa diantara mereka yang sudah Bimbang, hilang kendali,
karena beberapa atasannya telah menjabat menjadi Pejabat NKRI (walau mungkin
itu hanyalah politik dan strategi yang sedang di rancang)
Semoga
Allah selalu membimbing kita semua dalam petunjuk-Nya dan memberikan yang
terbaik bagi masa depan bangsa dan masyarakat Acheh.
Saya
sangat berharap jawaban Saudara, baik
secara pribadi ataupun secara terbuka
(jawaban mana yang bisa membuat hati masyarakat di Acheh lega dan tahu kemana
mereka harus berpijak dan siapa pemimpin mereka sebenarnya dalam perjuangan
ini)
Terima
kasih atas bantuan saudara sebelumnya atas segala informasi yang telah
memberikan saya secara pribadi titik terang tentang sejarah perjuangan dimasa
dahulu dan masa yang akan datang serta bagaimana upaya kita bersama-sama
melalui lorong yang panjang ini.
Mohon
maaf atas segala kesalahan dalam rangkaian kata-kata yang saya susun, hanya
kepada Allah kita mohon petunjuk dan hanya kepada-Nya jualah kita berserah
diri.
Amin
ya Allah, Amin ya Rabbal A'alamin.
Wasallam
Asoe_Nanggroe
Acheh
----------